Sebuah Janji~Eps 2
0
Episode 2~

Aku membantingkan tubuhku ke bangku. Perlahan kupejamkan mataku. Pikiranku kembali mengingat-ingat kejadian tadi, mata itu. Jantungku selalu berdegup kencang setiap mengingat mata itu. "Huffttt...benar-benar membuatku pusing!" Umpatku.
Kemudia ku buka mata ku perlahan. Dan betapa kagetnya aku, saat mendapati teman-teman satu kelasku mengepung bangkuku. "Ada apa ini? Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanyaku heran serta kebingungan.
"Hei Ayano, bagaimana perasaanmu?" Tanya salah seorang dari teman sekelasku itu.
"Perasaan apa? Apa maksudmu?" Kataku berbalik tanya.
"Perasaanmu setelah yeng terjadi padamu tadi."
"Ha?" aku hanya terbengong. Tak faham dengan apa yang mereka maksud.
"Di perpustakaan" sambil berbisik ditelingaku.
"Haaaaaaah...?" Aku melongo tak percaya, "B-biasa saja lah...tidak berlebihan. E-emang ada apa sih nanya itu segala?" Aku mencoba menahan malu.
"Jujurlah, bagaimana perasaanmu?" Ledek temanku yang lain.
"Aaaaaaaaa.....aku maluuuuu!!" Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan.
"CIIIEEEEE...!!!" sorak semua temanku bersamaan.
Aku hanya diam.
"Sudah-sudah, kasihan dia, ayo kita bubar!" kata Akane, temanku yang berbisik di telingaku tadi.
Dan merekapun akhirnya bubar. Aku menahan tangan Akane sebelum ia meninggalkan bangkuku.
"Terimakasih Akane-Chan." kataku dengan senyum.
"Tidak papa Ayano-Chan, dan aku kembali ke bangkuku dulu." membalas senyumku dan berlalu menuju bangkunya.
.
.
.
Bel pulang pun berdering..
Aku segera mengemasi barang-barangku, aku masukkan kedalam tas, lalu bergegas keluar kelas. Saat hendak menuju ke gerbang sekolah, aku berpapasan dengan mata itu lagi. Aku mencoba bersembunyi darinya namun gagal.
"Ayano-San" Serunya.
"Iya, ada apa?" aku mencoba bersikap biasa.
"Mau pulang bareng?"
"Em, memangnya rumahnya senpai dimana?"
"Aku pernah melihatmu masuk gang yang sejalan dengan rumahku."
"Eh benarkah? kapan?"
"Kamu mau tidak?"
"Em, baiklah, ayo!" Kami pun berjalan bersama.
Di tengah perjalan terasa hening, tak ada percakapan sama sekali. Yang terdengar hanyalah suara kendaraan yang berlalu melewati kami. Sesekali aku melirik kearahnya, saat ia melihatku aku pura bersikap tenang. Ku rasakan degupan kencang dalam jantungku.
"Ada apa? Ku perhatikan dari tadi sikapmu aneh sekali. Apa ada masalah?" Tanya Akira-senpai. Anggap saja memulai pembicaraan.
"Eh..em...tidak papa. Aku hanya merasa canggung." Jawabku.
"Canggung? Apa kamu merasa tak nyaman bersamaku?"
"Bu-bukan begitu aku..."
"Apa ini pengalaman pertama kali kamu berjalan dengan laki-laki?" Ia menyela ucapanku.
"....." Aku hanya mengangguk.
"Ohh...begitu ya, pantas saja tadi kamu seperti mencari-cari alasan saat aku ajak pulang bersama." ia diam sejenak, "Lalu, bagaimana perasaanmu?" Pertanyaannya itu membuatku sedikit terkaget.
"P-perasaan apa?"
"Em..perasaan..." ia menggaruk-garuk kepalanya, "Sudahlah lupakan" katanya tiba-tiba.
Aku yang heran dengan perubahan sikapnya yang tiba-tiba itu, hanya menggeleng-gelengkan kepala. *Krik* kembali hening. Sampai akhirnya di sebuah cabang gang, ia berpamitan padaku.
"Ayano-san, rumahku lewat sini. Kalau mau mampir kapan-kapan silahkan." Ucapnya
"Oh, baiklah" jawabku dengan senyum.
"Eh tapi sebelum itu, bolehkah aku memanggilmu 'Ayano-chan'?"
"Em, silahkan."
"Arigatou na, baiklah aku permisi dulu. Sampai jumpa!" ia melambaikan tangannya padaku.
"Oke, sampai jumpa besok" aku membalas lambaiannya.
Setelah itu aku mulai kembali melangkahkan kakiku menuju rumah.
To be continue
~.~.~.~.~.~.~.
Eps 2 kelar juga akhirnya. Lama juga dapet pinjeman PC -_-... Eh kok jadi curhat yak *plak
Tunggu kelanjutan eps nya yak, insya allah kalo dapet pinjeman lagi langsung update eps 3.
Ditunggu saran dan kritiknya, terimakasih ^-^
................
Aku membantingkan tubuhku ke bangku. Perlahan kupejamkan mataku. Pikiranku kembali mengingat-ingat kejadian tadi, mata itu. Jantungku selalu berdegup kencang setiap mengingat mata itu. "Huffttt...benar-benar membuatku pusing!" Umpatku.
Kemudia ku buka mata ku perlahan. Dan betapa kagetnya aku, saat mendapati teman-teman satu kelasku mengepung bangkuku. "Ada apa ini? Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanyaku heran serta kebingungan.
"Hei Ayano, bagaimana perasaanmu?" Tanya salah seorang dari teman sekelasku itu.
"Perasaan apa? Apa maksudmu?" Kataku berbalik tanya.
"Perasaanmu setelah yeng terjadi padamu tadi."
"Ha?" aku hanya terbengong. Tak faham dengan apa yang mereka maksud.
"Di perpustakaan" sambil berbisik ditelingaku.
"Haaaaaaah...?" Aku melongo tak percaya, "B-biasa saja lah...tidak berlebihan. E-emang ada apa sih nanya itu segala?" Aku mencoba menahan malu.
"Jujurlah, bagaimana perasaanmu?" Ledek temanku yang lain.
"Aaaaaaaaa.....aku maluuuuu!!" Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan.
"CIIIEEEEE...!!!" sorak semua temanku bersamaan.
Aku hanya diam.
"Sudah-sudah, kasihan dia, ayo kita bubar!" kata Akane, temanku yang berbisik di telingaku tadi.
Dan merekapun akhirnya bubar. Aku menahan tangan Akane sebelum ia meninggalkan bangkuku.
"Terimakasih Akane-Chan." kataku dengan senyum.
"Tidak papa Ayano-Chan, dan aku kembali ke bangkuku dulu." membalas senyumku dan berlalu menuju bangkunya.
.
.
.
Bel pulang pun berdering..
Aku segera mengemasi barang-barangku, aku masukkan kedalam tas, lalu bergegas keluar kelas. Saat hendak menuju ke gerbang sekolah, aku berpapasan dengan mata itu lagi. Aku mencoba bersembunyi darinya namun gagal.
"Ayano-San" Serunya.
"Iya, ada apa?" aku mencoba bersikap biasa.
"Mau pulang bareng?"
"Em, memangnya rumahnya senpai dimana?"
"Aku pernah melihatmu masuk gang yang sejalan dengan rumahku."
"Eh benarkah? kapan?"
"Kamu mau tidak?"
"Em, baiklah, ayo!" Kami pun berjalan bersama.
Di tengah perjalan terasa hening, tak ada percakapan sama sekali. Yang terdengar hanyalah suara kendaraan yang berlalu melewati kami. Sesekali aku melirik kearahnya, saat ia melihatku aku pura bersikap tenang. Ku rasakan degupan kencang dalam jantungku.
"Ada apa? Ku perhatikan dari tadi sikapmu aneh sekali. Apa ada masalah?" Tanya Akira-senpai. Anggap saja memulai pembicaraan.
"Eh..em...tidak papa. Aku hanya merasa canggung." Jawabku.
"Canggung? Apa kamu merasa tak nyaman bersamaku?"
"Bu-bukan begitu aku..."
"Apa ini pengalaman pertama kali kamu berjalan dengan laki-laki?" Ia menyela ucapanku.
"....." Aku hanya mengangguk.
"Ohh...begitu ya, pantas saja tadi kamu seperti mencari-cari alasan saat aku ajak pulang bersama." ia diam sejenak, "Lalu, bagaimana perasaanmu?" Pertanyaannya itu membuatku sedikit terkaget.
"P-perasaan apa?"
"Em..perasaan..." ia menggaruk-garuk kepalanya, "Sudahlah lupakan" katanya tiba-tiba.
Aku yang heran dengan perubahan sikapnya yang tiba-tiba itu, hanya menggeleng-gelengkan kepala. *Krik* kembali hening. Sampai akhirnya di sebuah cabang gang, ia berpamitan padaku.
"Ayano-san, rumahku lewat sini. Kalau mau mampir kapan-kapan silahkan." Ucapnya
"Oh, baiklah" jawabku dengan senyum.
"Eh tapi sebelum itu, bolehkah aku memanggilmu 'Ayano-chan'?"
"Em, silahkan."
"Arigatou na, baiklah aku permisi dulu. Sampai jumpa!" ia melambaikan tangannya padaku.
"Oke, sampai jumpa besok" aku membalas lambaiannya.
Setelah itu aku mulai kembali melangkahkan kakiku menuju rumah.
To be continue
~.~.~.~.~.~.~.
Eps 2 kelar juga akhirnya. Lama juga dapet pinjeman PC -_-... Eh kok jadi curhat yak *plak
Tunggu kelanjutan eps nya yak, insya allah kalo dapet pinjeman lagi langsung update eps 3.
Ditunggu saran dan kritiknya, terimakasih ^-^
................
By : RyuChan